Modul Water Treatment

Umum

Pembaca dapat mengetahui kegiatan-kegiatan dan cara kerja di stasiun pengolahan air .

Water treatment (pengolahan air) diperlukan pada pabrik kelapa sawit dikarenakan air yang digunakan pada proses pengolahan dan air umpan boiler harus memenuhi standar. Dengan kata lain proses water treatment sesungguhnya adalah proses pengolahan air untuk mengurangi dan menghilangkan pengotor atau impurities yang terdapat dalam air sehingga air dapat memenuhi syarat-syarat mutu air yang diperlukan dalam penggunaannya. Air baku yang digunakan di PKS diperoleh dari pengolahan air sungai .

Pengolahan air dilakukan untuk mencapai persyaratan mutu air, yaitu:

  1. Air untuk konsumsi dan proses:

–         tidak berwarna (jernih)

–         tidak berbau (netral)

–         tidak mengandung zat-zat yang membahayakan tubuh manusia (bakteri)

  1. Air umpan boiler
Parameter Standard Satuan
pH 10.5 – 11.5
TDS 2000 mho
Silica max. 125 ppm
Hardness trace ppm
Total Alkali 500 – 800 ppm
Sulfit 30 – 80 ppm

Adapun jenis pengotor atau impurities yang terdapat dalam air dapat berupa padatan tersuspensi (lumpur), padatan yang tidak larut (pasir, sampah), gas-gas terlarut (O2, CO2, H2S), mikroorganisme (bakteri, ganggang) dan garam-garam yang terionisasi.

Pada dasarnya proses water treatment untuk kepeluan pabrik kelapa sawit dapat dipisahkan menjadi external treatment dan internal treatment. External treatment terdiri dari proses penjernihan, proses penyaringan dan proses demineralisasi. Sedangkan proses internal treatment terdiri dari aerasi dan penambahan bahan-bahan kimia lainnya.

Proses pengolahan di mulai dari pemompaan air bahan baku dari sungai yang kemudian dialirkan ke kolam sedimentasi atau ke clarifier tank, namun sebelumnya diinjeksikan bahan kimia berupa alum dan soda ash oleh chemical dosing pump. Bahan chemical tersebut akan mempercepat terjadinya pengendapan dan juga untuk mendapatkan pH air yang sesuai. Dalam kolam sedimen maupun dalam clarifier tank terjadi pemisahan secara gravitasi, partikel-partikel besar, lumpur, pasir akan mengendap di dasar kolam, tangki. Sedangkan air yang berada pada bagian atas dialirkan secara secara overflow ke kolam clarifier. Dalam clarifier tank terjadi pengendapan partikel-partikel yang lebih halus dan lolos dari proses pertama.

Air yang telah dilakukan pengendapan di clarifier pond dipompakan ke sand filter menuju tower filtered water tank. Melalui sand filter kotoran halus akan tersaring, sehingga air yang keluar sudah memenuhi standar air minum dan digunakan juga sebagai air proses pengolahan seperti clarifikasi, cleaning, dan boiler. Namun untuk boiler akan dilakukan pengolahan lebih lanjut.

EKSTERNAL TREATMENT

Eksternal treatment adalah proses menghilangkan kesadahan dan partikel-partikel asing dalam air. Pengedalian mutu air tergantung pada pada tujuan penggunaan air. Umumnya air diproses untuk keperluan dengan persyaratan tertentu:

  1. Air Pengolahan, yang memerlukan air yang bebas dari logam-logam katalisator perusak minyak sawit, dan senyawa-senyawa yang dapat menurunkan mutu minyak sawit seperti suspensi kolloid.
  2. Umpan Boiler, yang melerukan mutu khusus yakni bebas dari logam alkali tanah yang dapat menyebabkan pembetukan kerak pada boiler. Maka perlu dikontrol dengan baik kesadahan air yang keluar dari anion exchanger. Bebas dari logam oksidator penyebab korosi dan bebas dari lumpur yang dapat merangsang pembentukan kerak serta dapat mengurangi perpindahan panas.
  1. Air Rumah Tangga, yang memerlukan kesadahan yang rendah, warna yang benin dan bebas dari bau, dan harus memenuhi persyaratan air minum.

RAW WATER PUMP

Raw water pump berfungsi untuk memompakan air bahan baku yang akan dilakukan pengolahan.

SEDIMENTATION POND DAN CLARIFIER TANK

Kolam sedimentasi atau clarifier tank berfungsi untuk memisahkan partikel-partikel berat seperti pasir, tanah dan lumpur dari air baku. Prinsip kerja dari sedimentation pond ialah pengendapan secara alami (gravitasi), dengan demikian proses pemisahan ini sangat tergantung dari retention time selama berada di dalam kolam. Air jenih dialirkan secara overflow ke clarifier pond.

Gbr. Clarifier Tank

CLARIFIER POND

Clarifier tank berfungsi untuk melakukan pengendapan partikel halus yang tidak dapat diendapkan pada bak sedimentasi. Kolam ini bekerja memisahkan partikel berat dengan prinsip sentrifugal. Dengan adanya gaya sentrifugal tersebut partikel dengan berat jenis yang lebih berat akan bergerak mengendap didasar tangki sedangkan yang lebih ringan akan bergerak ke permukaan, yang kemudian ditangkap secara overflow untuk dialirkan pada proses selanjutnya.

PRESSURE SAND FILTER

Filtrasi adalah suatu proses untuk menghilangkan zat–zat yang tidak larut di dalam air secara mekanis. Air mengalir ke bagian bawah grafity filter melalui media penyaring mengandung lapisan pasir silika, partikel-partikel besar akan tertinggal dan melekat dipermukaan media, sedangkan air jernih berkumpul di bagian bawah dan mengalir menuju tower.

Zat–zat padat yang tidak terlarut bila telah banyak akan menghambat proses penyaringan sehingga perlu dicuci, proses pencucian disebut “Back Wash“. Back Wash dilakukan bila perbedaan tekanan in dan out filter telah kurang dari 0.5 kg/cm2 dengan memakai air jernih dialirkan dari bawah menuju ke atas sehingga kotoran terbuang keluar.

Gbr. Sand Pressure Filter

FILTERED WATER TOWER TANK

Filtered water tower tank berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air yang telah dilakukan penyaringan untuk kemudian dialirkan ke masing-masing keperluan. Filtered water tank dibuat dengan ketinggian, yang memadai untuk menjangkau ke semua lokasi yang menggunakan air dari filtered water tank tersebut.

DEMINERALIZING PROCESS

Proses demineralisasi merupakan proses pertukaran kation dan anion yang banyak digunakan pada sumber air yang tidak memenuhi baku mutu air industri. Demineraliser terdiri dari dua yaitu:

Cation Exchanger

Unit ini mengandung asam kuat dan asam lemah yang terikat dengan resin sebagai bahan dasar. Adapun resin yang digunakan adalah asam sulfat (H2SO4). Fungsi penukar kation ialah:

  1. Menghilangkan/mengurangi kesadahan dan magnesium dalam air.
  2. Menghilangkan/mengurangi alkalinitas dari garam-garam dekali (carbonate, bicarbonate dan hydroksida).
  3. Menghilangkan/mengurangi zat-zat padatan yang terlarut (disolved solid).

Anion Exchanger

Gbr. Demin Plant

INTERNAL WATER TREATMENT

Internal treatment bertujuan untuk melakukan pengolahan lebih lanjut dari hasil eksternal treatment, sebagai metoda perlindungan boiler dalam proses pembentukan uap. Seluruh perlakuan diarahkan untuk menghindari pembentukan kerak, korosi, dan carryover. Bahan kimia yang digunakan adalah:

  1. Catalized Sulfid yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan gas-gas lain yang masih terikut dalam air boiler serta mencegah terjadinya korosi pada permukaan logam, khususnya pada bagian dalam pipa-pipa dan drum boiler.
  2. Adjunct HL yang difungsikan sebagai pengontrol total alkali dan pH air boiler.
  3. Advantage yang berfungsi untuk melindungi permukaan bagian dalam pipa-pipa dan drum dengan membentuk lapisan film, sehingga terhidar dari korosi dan deposit. Selain itu juga berfungsi untuk melarutkan lapisan kerak yang sudah terbentuk pada permukaan dalam pipa dan drum seperti silica.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s